Menurut Stars and Stripes, sebuah memo Angkatan Laut memerintahkan penggunaan istilah superintelijen sebagai pengganti nama sebelumnya, kecerdasan buatan. Laporan itu menunjukkan Angkatan Laut mulai memakai nama baru tersebut dalam bahasanya sendiri.
Berita terpisah dari Pangkalan Angkatan Udara Travis, yang terbit di situs .mil, menyebut Phoenix Spark Innovation Cell menggelar pelatihan superintelijen. Judulnya menunjukkan istilah itu muncul dalam cara pangkalan menjelaskan pelatihannya.
Sementara itu, Time Magazine menerbitkan tulisan tentang mengapa perubahan merek kecerdasan buatan menjadi Superintelijen oleh Trump itu penting. Tulisan itu memandang penggantian nama tersebut sebagai perubahan yang perlu dijelaskan.
