Menurut Eurasia Review, Jenderal AS Caine mengatakan superintelijen adalah prioritas strategis. Judul tersebut menempatkan istilah itu dalam bahasa para pemimpin militer senior AS.
Security Clearance Jobs melaporkan bahwa mengganti nama teknologi ini menjadi Super Intelligence dapat menimbulkan masalah dalam kontrak. Media itu menyoroti sisi praktis dari perubahan tersebut bagi pihak yang berbisnis dengan lembaga federal.
